Masjid Walidah Dahlan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menggelar Khutbah Jumat pada Jumat, 19 Desember 2025. Khutbah disampaikan oleh Ustadz Jannatul Husna, S.ThI., MA., Ph.D, dengan tema besar tentang kepedulian Islam terhadap lingkungan hidup sebagai bagian dari tanggung jawab keimanan seorang muslim.
Dalam khutbahnya, Ustadz Jannatul Husna mengawali dengan ajakan untuk senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Ketakwaan tersebut, menurut beliau, tidak hanya diwujudkan dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam kepedulian terhadap alam dan lingkungan sebagai amanah dari Allah.
Khatib menjelaskan bahwa menjaga lingkungan atau hifdzul bi’ah merupakan bagian penting dari tujuan syariat Islam (maqashid syariah). Islam melarang segala bentuk perusakan alam dan mendorong umatnya untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Hal ini tercermin dari berbagai ajaran Rasulullah SAW, seperti anjuran menanam pohon, menjaga hutan, merawat air dan sungai, serta mencegah praktik perusakan alam.
Ustadz Jannatul Husna kemudian menyinggung berbagai bencana alam yang belakangan melanda beberapa wilayah di Indonesia, seperti banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut beliau, musibah tersebut hendaknya menjadi pengingat bagi umat manusia akan kekuasaan Allah SWT sekaligus bahan introspeksi bersama atas kerusakan lingkungan yang terjadi akibat ulah manusia.
Beliau menegaskan bahwa bencana tidak semata-mata dilihat sebagai angka statistik atau data kuantitatif. Ribuan nyawa yang melayang dan puluhan ribu warga yang terdampak merupakan saudara-saudara kita yang harus mendapatkan empati, doa, dan bantuan nyata. Oleh karena itu, umat Islam diajak untuk meningkatkan solidaritas sosial melalui doa, infak, dan sedekah bagi para korban bencana.
Lebih lanjut, khatib mengajak jamaah untuk melakukan introspeksi diri secara pribadi maupun kolektif. Kerusakan lingkungan, seperti pembalakan liar, pencemaran sungai, dan eksploitasi alam yang berlebihan, meskipun dilakukan oleh segelintir pihak, dampaknya dirasakan oleh masyarakat luas. Dalam hal ini, amar ma’ruf nahi munkar menjadi kewajiban bersama agar kemungkaran ekologis tidak dibiarkan berlarut-larut.
Dalam khutbahnya, Ustadz Jannatul Husna juga mengingatkan pentingnya keberanian menyuarakan kebenaran. Jamaah, khususnya kalangan intelektual dan civitas akademika UNISA, diajak untuk berperan aktif menyampaikan kritik dan kepedulian terhadap isu lingkungan melalui lisan maupun tulisan, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan keagamaan.
Menutup khutbahnya, khatib mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga lingkungan sesuai dengan kapasitas masing-masing, memperkuat ketakwaan, meningkatkan solidaritas kemanusiaan, serta memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia dianugerahi keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan. Khutbah diakhiri dengan doa agar Allah senantiasa membimbing umat-Nya untuk menjadi hamba yang peduli, adil, dan bertanggung jawab terhadap alam semesta.