Waktu menjadi nikmat yang sering luput disadari nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui khutbah Jumat di Masjid Walidah Dahlan pada Jumat, 26 Desember 2025 disampaikan oleh Dr. Nur Kholis, S.Ag., M.Ag., dengan tema reflektif tentang pentingnya mengelola waktu sebagai aset paling berharga dalam kehidupan seorang muslim. jamaah diajak untuk merenungkan kembali bagaimana waktu seharusnya dikelola sebagai amanah dari Allah SWT.

Dalam khutbahnya, Dr. Nur Kholis menegaskan bahwa setiap manusia sejatinya memiliki “bank waktu”, yakni umur yang Allah titipkan dan akan terus berkurang setiap detiknya.

Menurutnya, waktu tidak dapat ditarik kembali, ditabung, maupun dipinjam. Setiap hari Allah memberikan modal waktu yang sama kepada setiap manusia, namun hasil akhirnya sangat bergantung pada bagaimana waktu tersebut dimanfaatkan. Setiap amal, sekecil apa pun, akan mendapatkan balasan sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Zalzalah ayat 7–8.

Lebih lanjut, khatib menjelaskan tiga bentuk investasi utama yang tidak akan pernah merugi di hadapan Allah SWT. Pertama adalah investasi shalat. Shalat yang dikerjakan dengan khusyuk tidak hanya bernilai pahala, tetapi juga menghadirkan ketenangan hati dan kestabilan emosi dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua adalah investasi ilmu. Waktu yang digunakan untuk menuntut ilmu, memahami Al-Qur’an dan Sunnah, serta memperluas wawasan keislaman merupakan investasi dengan keuntungan tinggi, karena ilmu akan mengangkat derajat seseorang di dunia dan akhirat.

Ketiga adalah investasi sedekah. Harta dan waktu yang disedekahkan di jalan Allah akan mendatangkan keberkahan, menolak bala, serta menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Setiap kebaikan, sekecil apa pun, dicatat dengan sangat teliti oleh Allah SWT.

Menutup khutbahnya, Dr. Nur Kholis mengajak seluruh jamaah untuk melakukan evaluasi diri terhadap penggunaan waktu selama ini. Ia mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak dalam kelalaian dan kesia-siaan, melainkan menjadikan waktu sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah demi kebahagiaan dunia dan akhirat.