Masjid Walidah Dahlan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Dhuhur pada Rabu, 8 Januari 2026 M. Kajian ini disampaikan oleh Edi Fajar Alidarma Wijaya, S.M., M.M., dengan mengangkat tema Manajemen Waktu dalam Perspektif Islam.

Dalam pemaparannya, narasumber mengajak jamaah untuk merenungkan kondisi kehidupan sehari-hari, di mana waktu 24 jam sering kali terasa tidak cukup akibat banyaknya aktivitas, tanggung jawab, dan keinginan. Kesibukan tersebut kerap membuat seseorang lupa untuk mengevaluasi sejauh mana waktu yang dimiliki telah dimanfaatkan secara optimal dan bernilai ibadah.

Edi Fajar Alidarma Wijaya menegaskan bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan terbaik dalam manajemen waktu. Selama 23 tahun masa dakwahnya, Rasulullah SAW mampu mengubah masyarakat jahiliah menjadi peradaban Islam yang gemilang. Hal tersebut tidak terlepas dari kemampuan beliau dalam mengelola waktu secara efektif, terencana, dan seimbang.

Lebih lanjut disampaikan bahwa langkah pertama dalam manajemen waktu adalah menyadari bahwa waktu merupakan nikmat sekaligus amanah dari Allah SWT. Dalam Surah Al-‘Asr ditegaskan bahwa manusia berada dalam kerugian apabila tidak mampu memanfaatkan waktu dengan baik. Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa banyak manusia tertipu oleh dua nikmat, yaitu kesehatan dan waktu luang.

Langkah berikutnya adalah menyeimbangkan hak-hak dalam penggunaan waktu, meliputi waktu untuk Allah SWT, waktu untuk diri dan keluarga, serta waktu untuk umat dan pekerjaan. Rasulullah SAW mencontohkan keseimbangan tersebut melalui ibadah yang konsisten, perhatian kepada keluarga, serta keterlibatan aktif dalam urusan sosial dan kemasyarakatan.

Narasumber juga menekankan pentingnya disiplin dalam perencanaan dan penentuan prioritas. Setiap pekerjaan hendaknya diselesaikan dengan fokus sebelum beralih ke urusan lainnya. Konsistensi dalam beramal, meskipun sedikit, dinilai lebih dicintai Allah SWT dibandingkan amal besar yang dilakukan sesekali tanpa keberlanjutan.

Kuliah Dhuhur ditutup dengan ajakan kepada seluruh jamaah untuk memulai perubahan dari niat, dari hal-hal kecil, dan dari sekarang. Waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali, sehingga setiap detik yang dimiliki hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kebaikan dunia dan akhirat.