Masjid Walidah Dahlan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan Khutbah Jumat pada Jumat, 2 Januari 2026 M. Pada kesempatan tersebut, khutbah disampaikan oleh Dr. Askuri, M.Si, dengan tema Mensyukuri Waktu sebagai Amanah dan Menyiapkan Bekal Masa Depan.

Dalam khutbahnya, Dr. Askuri, M.Si mengajak jamaah untuk senantiasa memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang telah diberikan. Nikmat tersebut meliputi kenikmatan duniawi, keluarga, ekonomi, hingga nikmat usia yang masih Allah anugerahkan. Seluruh nikmat itu merupakan rahmat Allah yang patut disyukuri sebagai bentuk etika penghambaan kepada-Nya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pergantian waktu, termasuk datangnya tahun baru, merupakan tanda-tanda kebesaran Allah yang perlu direnungi bersama. Allah SWT menciptakan matahari dan bulan beserta garis edarnya agar manusia dapat menghitung hari dan tahun. Oleh karena itu, melampaui satu fase waktu seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan rasa syukur, karena manusia masih diberi kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan sebagai bekal kehidupan akhirat.

Dr. Askuri, M.Si menegaskan bahwa kehidupan dunia tidak boleh diabaikan, namun harus dijadikan sebagai sarana untuk menyiapkan bekal menuju kehidupan akhirat. Dunia adalah tempat untuk beramal salih, mewujudkan berbagai ikhtiar kebaikan, serta memberikan manfaat bagi sesama manusia. Setiap kesempatan hidup merupakan amanah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Mengutip pesan Al-Qur’an dalam Surah Al-Hasyr ayat 18, jamaah diingatkan agar senantiasa bertakwa kepada Allah dan memperhatikan apa yang telah dipersiapkan untuk hari esok. Hari esok tidak hanya dimaknai sebagai waktu dekat, tetapi juga masa depan jangka panjang hingga kehidupan setelah kematian. Oleh karena itu, orang-orang beriman dituntun untuk memiliki visi dan perencanaan masa depan.

Selain itu, khutbah juga menyinggung peringatan Allah dalam Surah Al-‘Ashr bahwa manusia berada dalam keadaan merugi, kecuali mereka yang beriman, beramal salih, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal utama agar manusia tidak merugi dalam lintasan waktu.

Dalam menghadapi berbagai perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta tantangan masa depan seperti krisis ekologi, ekonomi, dan kemanusiaan, jamaah diajak untuk terus menanamkan nilai iman dan amal salih, khususnya kepada generasi muda. Nilai kebenaran dan kesabaran perlu terus diwariskan agar umat mampu menyikapi masa depan dengan bijaksana dan penuh tanggung jawab.

Pada khutbah kedua, khatib mengajak seluruh jamaah untuk bermunajat kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan keselamatan di dunia dan akhirat, perlindungan bagi keluarga dan generasi penerus, serta kelestarian alam dan terjaganya nilai-nilai kemanusiaan.