{"id":1157,"date":"2025-08-15T12:59:09","date_gmt":"2025-08-15T05:59:09","guid":{"rendered":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/?p=1157"},"modified":"2025-08-15T13:01:07","modified_gmt":"2025-08-15T06:01:07","slug":"khutbahj-jumat-ust-dr-surwandono-s-sos-m-si-urgensi-dekolonisasi-islam-dan-quran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/?p=1157","title":{"rendered":"Khutbahj Jumat || Ust. Dr. Surwandono, S.Sos, M.Si || Urgensi Dekolonisasi islam dan Qur\u2019an"},"content":{"rendered":"<p>[et_pb_section fb_built=&#8221;1&#8243; admin_label=&#8221;section&#8221; _builder_version=&#8221;4.16&#8243; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_row admin_label=&#8221;row&#8221; _builder_version=&#8221;4.16&#8243; background_size=&#8221;initial&#8221; background_position=&#8221;top_left&#8221; background_repeat=&#8221;repeat&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_column type=&#8221;4_4&#8243; _builder_version=&#8221;4.16&#8243; custom_padding=&#8221;|||&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; custom_padding__hover=&#8221;|||&#8221;][et_pb_text admin_label=&#8221;Text&#8221; _builder_version=&#8221;4.16&#8243; background_size=&#8221;initial&#8221; background_position=&#8221;top_left&#8221; background_repeat=&#8221;repeat&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;]<\/p>\n<p data-start=\"268\" data-end=\"623\"><strong data-start=\"268\" data-end=\"282\">Yogyakarta<\/strong> \u2013 Masjid Walidah Dahlan menggelar salat Jumat pada <strong data-start=\"334\" data-end=\"373\">21 Safar 1447 H \/ 15 Agustus 2025 M<\/strong> dengan khatib <strong data-start=\"388\" data-end=\"428\">Ustadz Dr. Surwandono, S.Sos., M.Si.<\/strong> Dalam khutbah bertema <em data-start=\"451\" data-end=\"492\">\u201cUrgensi Dekolonisasi Islam dan Qur\u2019an\u201d<\/em>, ia menegaskan bahwa umat Islam harus memiliki <strong data-start=\"540\" data-end=\"583\">kedaulatan penuh dalam ilmu pengetahuan<\/strong>, terutama di bidang kajian keislaman.<\/p>\n<h3 data-start=\"625\" data-end=\"667\"><strong data-start=\"629\" data-end=\"667\">Soroti Dominasi Penulis Non-Muslim<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"668\" data-end=\"976\">Di hadapan jamaah, Surwandono mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena di dunia akademik global. Saat ini, banyak jurnal ilmiah dan penelitian mendalam tentang Islam dan Al-Qur\u2019an justru ditulis oleh penulis dari negara-negara non-Muslim, termasuk Amerika Serikat yang bukan negara mayoritas muslim.<\/p>\n<blockquote data-start=\"978\" data-end=\"1101\">\n<p data-start=\"980\" data-end=\"1101\">\u201cSangat miris ketika yang paling bisa mendeskripsikan Islam dan Qur\u2019an itu bukan dari seorang muslim,\u201d ujar Surwandono.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-start=\"1103\" data-end=\"1402\">Menurutnya, hal ini menandakan lemahnya kontribusi umat Islam dalam <strong data-start=\"1171\" data-end=\"1204\">menghasilkan literatur ilmiah<\/strong> yang mampu bersaing di tingkat internasional. Padahal, karya-karya tersebut memiliki dampak besar terhadap cara pandang dunia terhadap Islam sekaligus membentuk pemahaman generasi muslim sendiri.<\/p>\n<h3 data-start=\"1404\" data-end=\"1442\"><strong data-start=\"1408\" data-end=\"1442\">Ajakan Bersatu Kembangkan Ilmu<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"1443\" data-end=\"1785\">Surwandono juga menyinggung seruan seorang penulis asal Palestina yang mengajak umat Islam bersatu dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Ia menekankan bahwa <strong data-start=\"1600\" data-end=\"1625\">pendalaman ilmu agama<\/strong> menjadi kunci untuk menjaga kemurnian Islam, sekaligus menjadikan Al-Qur\u2019an sebagai visiologi hidup\u2014yakni sumber nilai, arah, dan pandangan hidup umat Islam.<\/p>\n<blockquote data-start=\"1787\" data-end=\"1960\">\n<p data-start=\"1789\" data-end=\"1960\">\u201cJadilah orang yang berpengetahuan agar kita tidak menjadi proxy di bidang ekonomi, politik, kesehatan, dan terutama dalam pemahaman tentang Islam dan Qur\u2019an,\u201d tegasnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n<h3 data-start=\"1962\" data-end=\"1999\"><strong data-start=\"1966\" data-end=\"1999\">Pentingnya Kemandirian Ilmiah<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"2000\" data-end=\"2256\">Dalam khutbahnya, Surwandono menegaskan bahwa umat Islam tidak boleh hanya menjadi <strong data-start=\"2083\" data-end=\"2107\">konsumen pengetahuan<\/strong> yang dihasilkan pihak luar. Umat harus menjadi <strong data-start=\"2155\" data-end=\"2179\">produsen pengetahuan<\/strong> yang membangun narasi sendiri berdasarkan nilai-nilai Islam yang autentik.<\/p>\n<p data-start=\"2258\" data-end=\"2606\">Khutbah ini menjadi <strong data-start=\"2278\" data-end=\"2299\">pengingat penting<\/strong> bagi jamaah untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan, baik di bidang agama maupun sains. Dengan menguasai ilmu pengetahuan secara mandiri, umat Islam diharapkan mampu menafsirkan, menjelaskan, dan mengembangkan ajaran agamanya dengan otoritas yang kuat, tanpa bergantung pada sudut pandang pihak luar.<\/p>\n<p>[\/et_pb_text][et_pb_image src=&#8221;https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Bsi-scaled.png&#8221; _builder_version=&#8221;4.27.4&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; title_text=&#8221;Bsi&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;][\/et_pb_image][\/et_pb_column][\/et_pb_row][\/et_pb_section]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta \u2013 Masjid Walidah Dahlan menggelar salat Jumat pada 21 Safar 1447 H \/ 15 Agustus 2025 M dengan khatib Ustadz Dr. Surwandono, S.Sos., M.Si. Dalam khutbah bertema \u201cUrgensi Dekolonisasi Islam dan Qur\u2019an\u201d, ia menegaskan bahwa umat Islam harus memiliki kedaulatan penuh dalam ilmu pengetahuan, terutama di bidang kajian keislaman. Soroti Dominasi Penulis Non-Muslim Di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1160,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"on","_et_pb_old_content":"<p data-start=\"268\" data-end=\"623\"><strong data-start=\"268\" data-end=\"282\">Yogyakarta<\/strong> \u2013 Masjid Walidah Dahlan menggelar salat Jumat pada <strong data-start=\"334\" data-end=\"373\">21 Safar 1447 H \/ 15 Agustus 2025 M<\/strong> dengan khatib <strong data-start=\"388\" data-end=\"428\">Ustadz Dr. Surwandono, S.Sos., M.Si.<\/strong> Dalam khutbah bertema <em data-start=\"451\" data-end=\"492\">\u201cUrgensi Dekolonisasi Islam dan Qur\u2019an\u201d<\/em>, ia menegaskan bahwa umat Islam harus memiliki <strong data-start=\"540\" data-end=\"583\">kedaulatan penuh dalam ilmu pengetahuan<\/strong>, terutama di bidang kajian keislaman.<\/p>\r\n\r\n<h3 data-start=\"625\" data-end=\"667\"><strong data-start=\"629\" data-end=\"667\">Soroti Dominasi Penulis Non-Muslim<\/strong><\/h3>\r\n<p data-start=\"668\" data-end=\"976\">Di hadapan jamaah, Surwandono mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena di dunia akademik global. Saat ini, banyak jurnal ilmiah dan penelitian mendalam tentang Islam dan Al-Qur\u2019an justru ditulis oleh penulis dari negara-negara non-Muslim, termasuk Amerika Serikat yang bukan negara mayoritas muslim.<\/p>\r\n\r\n<blockquote data-start=\"978\" data-end=\"1101\">\r\n<p data-start=\"980\" data-end=\"1101\">\u201cSangat miris ketika yang paling bisa mendeskripsikan Islam dan Qur\u2019an itu bukan dari seorang muslim,\u201d ujar Surwandono.<\/p>\r\n<\/blockquote>\r\n<p data-start=\"1103\" data-end=\"1402\">Menurutnya, hal ini menandakan lemahnya kontribusi umat Islam dalam <strong data-start=\"1171\" data-end=\"1204\">menghasilkan literatur ilmiah<\/strong> yang mampu bersaing di tingkat internasional. Padahal, karya-karya tersebut memiliki dampak besar terhadap cara pandang dunia terhadap Islam sekaligus membentuk pemahaman generasi muslim sendiri.<\/p>\r\n\r\n<h3 data-start=\"1404\" data-end=\"1442\"><strong data-start=\"1408\" data-end=\"1442\">Ajakan Bersatu Kembangkan Ilmu<\/strong><\/h3>\r\n<p data-start=\"1443\" data-end=\"1785\">Surwandono juga menyinggung seruan seorang penulis asal Palestina yang mengajak umat Islam bersatu dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Ia menekankan bahwa <strong data-start=\"1600\" data-end=\"1625\">pendalaman ilmu agama<\/strong> menjadi kunci untuk menjaga kemurnian Islam, sekaligus menjadikan Al-Qur\u2019an sebagai visiologi hidup\u2014yakni sumber nilai, arah, dan pandangan hidup umat Islam.<\/p>\r\n\r\n<blockquote data-start=\"1787\" data-end=\"1960\">\r\n<p data-start=\"1789\" data-end=\"1960\">\u201cJadilah orang yang berpengetahuan agar kita tidak menjadi proxy di bidang ekonomi, politik, kesehatan, dan terutama dalam pemahaman tentang Islam dan Qur\u2019an,\u201d tegasnya.<\/p>\r\n<\/blockquote>\r\n<h3 data-start=\"1962\" data-end=\"1999\"><strong data-start=\"1966\" data-end=\"1999\">Pentingnya Kemandirian Ilmiah<\/strong><\/h3>\r\n<p data-start=\"2000\" data-end=\"2256\">Dalam khutbahnya, Surwandono menegaskan bahwa umat Islam tidak boleh hanya menjadi <strong data-start=\"2083\" data-end=\"2107\">konsumen pengetahuan<\/strong> yang dihasilkan pihak luar. Umat harus menjadi <strong data-start=\"2155\" data-end=\"2179\">produsen pengetahuan<\/strong> yang membangun narasi sendiri berdasarkan nilai-nilai Islam yang autentik.<\/p>\r\n<p data-start=\"2258\" data-end=\"2606\">Khutbah ini menjadi <strong data-start=\"2278\" data-end=\"2299\">pengingat penting<\/strong> bagi jamaah untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan, baik di bidang agama maupun sains. Dengan menguasai ilmu pengetahuan secara mandiri, umat Islam diharapkan mampu menafsirkan, menjelaskan, dan mengembangkan ajaran agamanya dengan otoritas yang kuat, tanpa bergantung pada sudut pandang pihak luar.<\/p>","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"hashtags":[],"class_list":["post-1157","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-khutbah-jumat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1157"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1157\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1164,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1157\/revisions\/1164"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1160"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1157"},{"taxonomy":"hashtags","embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fhashtags&post=1157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}