{"id":1238,"date":"2025-09-26T12:30:08","date_gmt":"2025-09-26T05:30:08","guid":{"rendered":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/?p=1238"},"modified":"2025-09-26T12:32:55","modified_gmt":"2025-09-26T05:32:55","slug":"khutbah-jumat-lima-jurus-hadapi-sikap-negatif-ustadz-dr-ustadi-hamsah-m-ag","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/?p=1238","title":{"rendered":"Khutbah Jumat : Lima Jurus Hadapi Sikap Negatif || Ustadz Dr. Ustadi Hamsah, M. Ag."},"content":{"rendered":"<p>[et_pb_section fb_built=&#8221;1&#8243; admin_label=&#8221;section&#8221; _builder_version=&#8221;4.16&#8243; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_row admin_label=&#8221;row&#8221; _builder_version=&#8221;4.16&#8243; background_size=&#8221;initial&#8221; background_position=&#8221;top_left&#8221; background_repeat=&#8221;repeat&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_column type=&#8221;4_4&#8243; _builder_version=&#8221;4.16&#8243; custom_padding=&#8221;|||&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; custom_padding__hover=&#8221;|||&#8221;][et_pb_text admin_label=&#8221;Text&#8221; _builder_version=&#8221;4.16&#8243; background_size=&#8221;initial&#8221; background_position=&#8221;top_left&#8221; background_repeat=&#8221;repeat&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;]<\/p>\n<p data-start=\"221\" data-end=\"600\"><strong data-start=\"221\" data-end=\"237\">Yogyakarta &#8211;<\/strong> Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Walidah Dahlan Universitas \u2018Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta saat jamaah mengikuti Khutbah Jumat pada 4 Rabiul Akhir 1447 H atau bertepatan dengan 26 September 2025. Kali ini, <strong data-start=\"444\" data-end=\"479\">Ustadz Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag.<\/strong> hadir sebagai khotib dengan membawa tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: <em data-start=\"562\" data-end=\"598\">\u201cLima Jurus Hadapi Sikap Negatif.\u201d<\/em><\/p>\n<p data-start=\"602\" data-end=\"1041\">Dalam khutbahnya, Ustadz Ustadi Hamsah menegaskan bahwa setiap orang pasti pernah merasakan perlakuan yang tidak baik dari orang lain, baik berupa perkataan, sikap, maupun tindakan. Namun, Islam telah memberikan tuntunan mulia agar umat tidak terjebak dalam lingkaran emosi dan kebencian. \u201cSebagai umat yang dimuliakan Allah, kita sudah diberi panduan dalam Surah Ali Imran ayat 159. Di sanalah ada rahasia menghadapi sikap negatif,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p data-start=\"1043\" data-end=\"1359\">Ia menjabarkan ada <strong data-start=\"1062\" data-end=\"1082\">lima jurus utama<\/strong> yang bisa dijadikan pegangan. Jurus pertama adalah <strong data-start=\"1134\" data-end=\"1187\">memulai dengan hati yang tenang dan sikap lembut.<\/strong> Menurutnya, kelembutan bukan tanda kelemahan, melainkan cerminan kedewasaan spiritual. \u201cDengan hati yang tenang, kita tidak mudah terpancing emosi,\u201d jelas Ustadz Ustadi.<\/p>\n<p data-start=\"2961\" data-end=\"3222\">\n<p>[\/et_pb_text][et_pb_image src=&#8221;https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Jumat-80-scaled.jpg&#8221; _builder_version=&#8221;4.27.4&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; title_text=&#8221;Jumat 80&#8243; hover_enabled=&#8221;0&#8243; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;][\/et_pb_image][et_pb_text _builder_version=&#8221;4.27.4&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;]<\/p>\n<p data-start=\"1361\" data-end=\"1627\">Jurus kedua, lanjutnya, adalah <strong data-start=\"1392\" data-end=\"1427\">memaafkan kesalahan orang lain.<\/strong> Ia menekankan bahwa memaafkan justru menjadi bukti kekuatan seorang Muslim. \u201cMaaf bukan berarti kalah. Justru ia menjadi tanda kemuliaan. Dengan memaafkan, hati kita terbebas dari dendam,\u201d katanya.<\/p>\n<p data-start=\"1629\" data-end=\"1934\">Yang ketiga, seorang Muslim dianjurkan untuk <strong data-start=\"1674\" data-end=\"1739\">memintakan ampunan bagi orang yang bersalah kepada Allah SWT.<\/strong> Hal ini menjadi bentuk doa kebaikan yang akan kembali pada dirinya sendiri. \u201cKalau kita mendoakan ampunan untuk orang lain, hati kita ikut bersih, ukhuwah pun semakin kuat,\u201d tutur sang khotib.<\/p>\n<p data-start=\"1936\" data-end=\"2215\">Kemudian jurus keempat adalah <strong data-start=\"1966\" data-end=\"1981\">musyawarah.<\/strong> Ustadz Ustadi menegaskan bahwa musyawarah bukan hanya bagian dari etika sosial, tetapi juga ajaran agama agar setiap keputusan lebih bijak dan diterima semua pihak. \u201cMusyawarah membuka pintu persatuan, bukan perpecahan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p data-start=\"2217\" data-end=\"2478\">Terakhir, jurus kelima adalah <strong data-start=\"2247\" data-end=\"2279\">bertawakal kepada Allah SWT.<\/strong> Setelah segala ikhtiar dilakukan, umat Islam diajak untuk menyerahkan hasilnya kepada Allah. \u201cDi sinilah letak ketenangan sejati. Hati yang bertawakal tidak mudah terguncang oleh ujian,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p data-start=\"2480\" data-end=\"2741\">Khutbah tersebut juga mengingatkan jamaah agar tidak membalas keburukan dengan keburukan. Sebaliknya, Islam mengajarkan untuk merangkul, berbuat baik, dan menebar kasih sayang. Dengan begitu, sikap negatif dapat dilawan dengan energi positif yang lebih besar.<\/p>\n<p data-start=\"2743\" data-end=\"2959\">\u201cKalau kita membalas keburukan dengan keburukan, maka keburukan itu akan terus berputar. Namun jika kita balas dengan kebaikan, maka insyaAllah hati kita lapang dan Allah akan menolong kita,\u201d pungkas Ustadz Ustadi.<\/p>\n<p data-start=\"2961\" data-end=\"3222\">Pesan ini pun menjadi pengingat penting bagi jamaah bahwa menghadapi sikap negatif adalah ujian keimanan. Dengan lima jurus yang diajarkan, seorang Muslim tidak hanya menjaga dirinya tetap tenang, tapi juga ikut menciptakan suasana damai di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>[\/et_pb_text][et_pb_image src=&#8221;https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Bsi-scaled.png&#8221; _builder_version=&#8221;4.27.4&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; title_text=&#8221;Bsi&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;][\/et_pb_image][\/et_pb_column][\/et_pb_row][\/et_pb_section]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta &#8211; Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Walidah Dahlan Universitas \u2018Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta saat jamaah mengikuti Khutbah Jumat pada 4 Rabiul Akhir 1447 H atau bertepatan dengan 26 September 2025. Kali ini, Ustadz Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag. hadir sebagai khotib dengan membawa tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: \u201cLima Jurus Hadapi Sikap Negatif.\u201d Dalam khutbahnya, Ustadz [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1239,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"on","_et_pb_old_content":"<p data-start=\"221\" data-end=\"600\"><strong data-start=\"221\" data-end=\"237\">Yogyakarta -<\/strong> Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Walidah Dahlan Universitas \u2018Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta saat jamaah mengikuti Khutbah Jumat pada 4 Rabiul Akhir 1447 H atau bertepatan dengan 26 September 2025. Kali ini, <strong data-start=\"444\" data-end=\"479\">Ustadz Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag.<\/strong> hadir sebagai khotib dengan membawa tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: <em data-start=\"562\" data-end=\"598\">\u201cLima Jurus Hadapi Sikap Negatif.\u201d<\/em><\/p>\r\n<p data-start=\"602\" data-end=\"1041\">Dalam khutbahnya, Ustadz Ustadi menegaskan bahwa setiap orang pasti pernah merasakan perlakuan yang tidak baik dari orang lain, baik berupa perkataan, sikap, maupun tindakan. Namun, Islam telah memberikan tuntunan mulia agar umat tidak terjebak dalam lingkaran emosi dan kebencian. \u201cSebagai umat yang dimuliakan Allah, kita sudah diberi panduan dalam Surah Ali Imran ayat 159. Di sanalah ada rahasia menghadapi sikap negatif,\u201d ungkapnya.<\/p>\r\n<p data-start=\"1043\" data-end=\"1359\">Ia menjabarkan ada <strong data-start=\"1062\" data-end=\"1082\">lima jurus utama<\/strong> yang bisa dijadikan pegangan. Jurus pertama adalah <strong data-start=\"1134\" data-end=\"1187\">memulai dengan hati yang tenang dan sikap lembut.<\/strong> Menurutnya, kelembutan bukan tanda kelemahan, melainkan cerminan kedewasaan spiritual. \u201cDengan hati yang tenang, kita tidak mudah terpancing emosi,\u201d jelas Ustadz Ustadi.<\/p>\r\n<p data-start=\"1361\" data-end=\"1627\">Jurus kedua, lanjutnya, adalah <strong data-start=\"1392\" data-end=\"1427\">memaafkan kesalahan orang lain.<\/strong> Ia menekankan bahwa memaafkan justru menjadi bukti kekuatan seorang Muslim. \u201cMaaf bukan berarti kalah. Justru ia menjadi tanda kemuliaan. Dengan memaafkan, hati kita terbebas dari dendam,\u201d katanya.<\/p>\r\n<p data-start=\"1629\" data-end=\"1934\">Yang ketiga, seorang Muslim dianjurkan untuk <strong data-start=\"1674\" data-end=\"1739\">memintakan ampunan bagi orang yang bersalah kepada Allah SWT.<\/strong> Hal ini menjadi bentuk doa kebaikan yang akan kembali pada dirinya sendiri. \u201cKalau kita mendoakan ampunan untuk orang lain, hati kita ikut bersih, ukhuwah pun semakin kuat,\u201d tutur sang khotib.<\/p>\r\n<p data-start=\"1936\" data-end=\"2215\">Kemudian jurus keempat adalah <strong data-start=\"1966\" data-end=\"1981\">musyawarah.<\/strong> Ustadz Ustadi menegaskan bahwa musyawarah bukan hanya bagian dari etika sosial, tetapi juga ajaran agama agar setiap keputusan lebih bijak dan diterima semua pihak. \u201cMusyawarah membuka pintu persatuan, bukan perpecahan,\u201d tambahnya.<\/p>\r\n<p data-start=\"2217\" data-end=\"2478\">Terakhir, jurus kelima adalah <strong data-start=\"2247\" data-end=\"2279\">bertawakal kepada Allah SWT.<\/strong> Setelah segala ikhtiar dilakukan, umat Islam diajak untuk menyerahkan hasilnya kepada Allah. \u201cDi sinilah letak ketenangan sejati. Hati yang bertawakal tidak mudah terguncang oleh ujian,\u201d tegasnya.<\/p>\r\n<p data-start=\"2480\" data-end=\"2741\">Khutbah tersebut juga mengingatkan jamaah agar tidak membalas keburukan dengan keburukan. Sebaliknya, Islam mengajarkan untuk merangkul, berbuat baik, dan menebar kasih sayang. Dengan begitu, sikap negatif dapat dilawan dengan energi positif yang lebih besar.<\/p>\r\n<p data-start=\"2743\" data-end=\"2959\">\u201cKalau kita membalas keburukan dengan keburukan, maka keburukan itu akan terus berputar. Namun jika kita balas dengan kebaikan, maka insyaAllah hati kita lapang dan Allah akan menolong kita,\u201d pungkas Ustadz Ustadi.<\/p>\r\n<p data-start=\"2961\" data-end=\"3222\">Pesan ini pun menjadi pengingat penting bagi jamaah bahwa menghadapi sikap negatif adalah ujian keimanan. Dengan lima jurus yang diajarkan, seorang Muslim tidak hanya menjaga dirinya tetap tenang, tapi juga ikut menciptakan suasana damai di tengah masyarakat.<\/p>","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"hashtags":[],"class_list":["post-1238","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-khutbah-jumat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1238","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1238"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1238\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1245,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1238\/revisions\/1245"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1239"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1238"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1238"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1238"},{"taxonomy":"hashtags","embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fhashtags&post=1238"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}