{"id":1316,"date":"2025-11-21T12:27:04","date_gmt":"2025-11-21T05:27:04","guid":{"rendered":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/?p=1316"},"modified":"2025-11-21T12:28:51","modified_gmt":"2025-11-21T05:28:51","slug":"khutbah-jumat-dinamika-iman-pentingnya-ilmu-dan-penguatan-kerja-sama-sosial-ustadz-dr-h-kasiyarno-m-hum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/?p=1316","title":{"rendered":"Khutbah Jumat : Dinamika Iman, Pentingnya Ilmu, dan Penguatan Kerja Sama Sosial || Ustadz Dr. H. Kasiyarno, M.Hum."},"content":{"rendered":"<p>[et_pb_section fb_built=&#8221;1&#8243; admin_label=&#8221;section&#8221; _builder_version=&#8221;4.16&#8243; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_row admin_label=&#8221;row&#8221; _builder_version=&#8221;4.16&#8243; background_size=&#8221;initial&#8221; background_position=&#8221;top_left&#8221; background_repeat=&#8221;repeat&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_column type=&#8221;4_4&#8243; _builder_version=&#8221;4.16&#8243; custom_padding=&#8221;|||&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; custom_padding__hover=&#8221;|||&#8221;][et_pb_text admin_label=&#8221;Text&#8221; _builder_version=&#8221;4.16&#8243; background_size=&#8221;initial&#8221; background_position=&#8221;top_left&#8221; background_repeat=&#8221;repeat&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;]<\/p>\n<p><em><strong>Sleman<\/strong><\/em>\u00a0\u2013 Khutbah Jumat di Masjid Walidah Dahlan pada 1 Jumadal Akhir 1447 H atau 21 November 2025 menghadirkan Ustadz Dr. H. Kasiyarno, M.Hum., yang mengangkat tema besar mengenai ketakwaan, ilmu, dan hubungan sosial antarmanusia. Khutbah yang berlangsung sekitar 30 menit itu diikuti ratusan jamaah dari berbagai kalangan.<\/p>\n<p>Dalam pembukaannya, Ustadz Kasiyarno menekankan bahwa iman dan takwa manusia tidak statis. Ia menyebut keduanya bersifat naik-turun, dapat menguat maupun melemah. Karena itu, ia mengajak jamaah untuk terus memperbarui syahadat dan memperkuat ketakwaan melalui aktivitas ibadah dan kedisiplinan spiritual.<\/p>\n<p>\u201cKetakwaan adalah indikator kesuksesan manusia, bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat,\u201d ujarnya. Ia menegaskan bahwa Al-Qur\u2019an sendiri menyebutkan bahwa Allah telah menyiapkan surga penuh kenikmatan bagi hamba yang bertakwa, sehingga sikap taat dan berhati-hati dalam hidup menjadi kebutuhan fundamental seorang Muslim.<\/p>\n<p>Selain itu, khatib menyoroti hubungan erat antara ketakwaan dan pengetahuan. Menurutnya, Allah meninggikan derajat orang-orang berilmu karena ilmu menjaga manusia dari keputusan keliru dan sikap gegabah. \u201cSiapa yang ingin sukses urusan dunia, gunakan ilmu. Siapa yang ingin sukses urusan akhirat, juga harus dengan ilmu, terutama ilmu agama,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia menekankan bahwa kesungguhan menjadi kunci dalam setiap pencapaian. Tanpa ketekunan dan komitmen, kata dia, tujuan besar hanya akan tinggal angan-angan. Dalam konteks itu, ia mengingatkan bahwa sabar bukanlah sikap pasrah atau tanda kelemahan, tetapi kemampuan untuk bertindak dengan perhitungan matang dan tetap menjaga perasaan positif.<\/p>\n<p>Khutbah kemudian bergeser pada isu sosial. Ustadz Kasiyarno mengajak jamaah memperkuat hubungan antarmanusia, terutama dalam bentuk kerja sama dan saling membantu. Ia menyebut bahwa hablum minannas merupakan aspek penting dalam kesempurnaan iman. \u201cTidak ada keberhasilan kolektif tanpa kerja sama. Kebaikan harus dilakukan secara berjamaah,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Dari pantauan di lokasi, sejumlah jamaah terlihat mencatat poin-poin penting khutbah. Sebagian lainnya mengaku tema yang diangkat relevan dengan kondisi sosial saat ini, terutama dorongan untuk memperkuat karakter dan kedisiplinan diri.<\/p>\n<p>Pengurus Masjid Walidah Dahlan menyampaikan bahwa khutbah ini merupakan bagian dari agenda rutin menghadirkan penceramah dengan tema-tema pembinaan spiritual dan sosial. Masjid yang dikenal aktif dalam kegiatan dakwah dan pendidikan ini memang sering mengundang akademisi sekaligus ulama untuk memberikan materi khutbah yang kaya secara intelektual.<\/p>\n<p>Dengan pesan mengenai ketakwaan, ilmu, kesungguhan, serta hubungan sosial, khutbah Jumat kali ini dianggap memberikan porsi yang seimbang antara pembinaan individu dan pembangunan kualitas masyarakat.<\/p>\n<p>[\/et_pb_text][et_pb_image src=&#8221;https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Bsi-scaled.png&#8221; _builder_version=&#8221;4.27.4&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; title_text=&#8221;Bsi&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;][\/et_pb_image][\/et_pb_column][\/et_pb_row][\/et_pb_section]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sleman\u00a0\u2013 Khutbah Jumat di Masjid Walidah Dahlan pada 1 Jumadal Akhir 1447 H atau 21 November 2025 menghadirkan Ustadz Dr. H. Kasiyarno, M.Hum., yang mengangkat tema besar mengenai ketakwaan, ilmu, dan hubungan sosial antarmanusia. Khutbah yang berlangsung sekitar 30 menit itu diikuti ratusan jamaah dari berbagai kalangan. Dalam pembukaannya, Ustadz Kasiyarno menekankan bahwa iman dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1317,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"on","_et_pb_old_content":"<em><strong>Sleman<\/strong><\/em>\u00a0\u2013 Khutbah Jumat di Masjid Walidah Dahlan pada 1 Jumadal Akhir 1447 H atau 21 November 2025 menghadirkan Ustadz Dr. H. Kasiyarno, M.Hum., yang mengangkat tema besar mengenai ketakwaan, ilmu, dan hubungan sosial antarmanusia. Khutbah yang berlangsung sekitar 30 menit itu diikuti ratusan jamaah dari berbagai kalangan.\r\n\r\nDalam pembukaannya, Ustadz Kasiyarno menekankan bahwa iman dan takwa manusia tidak statis. Ia menyebut keduanya bersifat naik-turun, dapat menguat maupun melemah. Karena itu, ia mengajak jamaah untuk terus memperbarui syahadat dan memperkuat ketakwaan melalui aktivitas ibadah dan kedisiplinan spiritual.\r\n\r\n\u201cKetakwaan adalah indikator kesuksesan manusia, bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat,\u201d ujarnya. Ia menegaskan bahwa Al-Qur\u2019an sendiri menyebutkan bahwa Allah telah menyiapkan surga penuh kenikmatan bagi hamba yang bertakwa, sehingga sikap taat dan berhati-hati dalam hidup menjadi kebutuhan fundamental seorang Muslim.\r\n\r\nSelain itu, khatib menyoroti hubungan erat antara ketakwaan dan pengetahuan. Menurutnya, Allah meninggikan derajat orang-orang berilmu karena ilmu menjaga manusia dari keputusan keliru dan sikap gegabah. \u201cSiapa yang ingin sukses urusan dunia, gunakan ilmu. Siapa yang ingin sukses urusan akhirat, juga harus dengan ilmu, terutama ilmu agama,\u201d jelasnya.\r\n\r\nIa menekankan bahwa kesungguhan menjadi kunci dalam setiap pencapaian. Tanpa ketekunan dan komitmen, kata dia, tujuan besar hanya akan tinggal angan-angan. Dalam konteks itu, ia mengingatkan bahwa sabar bukanlah sikap pasrah atau tanda kelemahan, tetapi kemampuan untuk bertindak dengan perhitungan matang dan tetap menjaga perasaan positif.\r\n\r\nKhutbah kemudian bergeser pada isu sosial. Ustadz Kasiyarno mengajak jamaah memperkuat hubungan antarmanusia, terutama dalam bentuk kerja sama dan saling membantu. Ia menyebut bahwa hablum minannas merupakan aspek penting dalam kesempurnaan iman. \u201cTidak ada keberhasilan kolektif tanpa kerja sama. Kebaikan harus dilakukan secara berjamaah,\u201d tegasnya.\r\n\r\nDari pantauan di lokasi, sejumlah jamaah terlihat mencatat poin-poin penting khutbah. Sebagian lainnya mengaku tema yang diangkat relevan dengan kondisi sosial saat ini, terutama dorongan untuk memperkuat karakter dan kedisiplinan diri.\r\n\r\nPengurus Masjid Walidah Dahlan menyampaikan bahwa khutbah ini merupakan bagian dari agenda rutin menghadirkan penceramah dengan tema-tema pembinaan spiritual dan sosial. Masjid yang dikenal aktif dalam kegiatan dakwah dan pendidikan ini memang sering mengundang akademisi sekaligus ulama untuk memberikan materi khutbah yang kaya secara intelektual.\r\n\r\nDengan pesan mengenai ketakwaan, ilmu, kesungguhan, serta hubungan sosial, khutbah Jumat kali ini dianggap memberikan porsi yang seimbang antara pembinaan individu dan pembangunan kualitas masyarakat.","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"hashtags":[],"class_list":["post-1316","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1316","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1316"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1316\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1320,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1316\/revisions\/1320"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1317"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1316"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1316"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1316"},{"taxonomy":"hashtags","embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fhashtags&post=1316"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}