{"id":2016,"date":"2026-03-14T16:51:52","date_gmt":"2026-03-14T09:51:52","guid":{"rendered":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/?p=2016"},"modified":"2026-03-18T17:04:03","modified_gmt":"2026-03-18T10:04:03","slug":"ekonomi-islam-di-tengah-krisis-global-membaca-ulang-makna-distribusi-dalam-ketimpangan-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/?p=2016","title":{"rendered":"Ekonomi Islam di Tengah Krisis Global: Membaca Ulang Makna Distribusi dalam Ketimpangan Dunia"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"376\" data-end=\"1129\"><strong data-start=\"376\" data-end=\"419\">YOGYAKARTA, Masjid Walidah Dahlan UNISA<\/strong> \u2013 Dunia yang hari ini tampak bergerak dengan segala kompleksitas ekonomi dan ketegangan geopolitiknya, sejatinya berdiri di atas satu persoalan yang sederhana namun krusial, yakni distribusi. Manusia kerap terpesona pada besarnya produksi dan kemajuan sistem ekonomi modern, tetapi luput menyadari bahwa ketimpangan justru lahir dari cara pendistribusian yang tidak berimbang. Dalam ruang global yang penuh ketidakpastian, persoalan distribusi menjadi titik temu antara kelimpahan dan kekurangan yang hadir secara bersamaan. Hal ini disampaikan dalam Kuliah Subuh di Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta pada 13 Maret 2026 dengan Ustadz Muhamad Rifandi, S.E., M.Ak., Akt. sebagai penceramah.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1fnraz\" data-start=\"1131\" data-end=\"1180\">Distribusi dalam Bayang-Bayang Konflik Global<\/h3>\n<p data-start=\"1182\" data-end=\"1530\">Dosen Akuntansi Universitas \u2018Aisyiyah Yogyakarta tersebut menyoroti bahwa dinamika global tidak dapat dilepaskan dari konflik antarnegara yang melibatkan kekuatan besar dunia seperti Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ketegangan ini tidak hanya berhenti pada ranah politik, tetapi merembet ke sektor ekonomi, khususnya pada jalur distribusi energi.<\/p>\n<p data-start=\"1532\" data-end=\"1786\">Selat Hormuz sebagai salah satu simpul utama distribusi minyak dunia menjadi ruang yang sangat rentan. Ketika jalur ini terganggu, maka yang terjadi bukan sekadar keterlambatan pasokan, melainkan rangkaian dampak yang menjalar ke berbagai lini kehidupan.<\/p>\n<p data-start=\"1788\" data-end=\"1858\">\u201cKalau pasokan energi terganggu, maka distribusi juga akan terganggu.\u201d<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1pffjt1\" data-start=\"1860\" data-end=\"1893\">Menimbang Arah Sistem Ekonomi<\/h3>\n<p data-start=\"1895\" data-end=\"2123\">Dalam merespons kondisi tersebut, sistem ekonomi yang berkembang menawarkan pendekatan yang berbeda-beda. Kapitalisme bertumpu pada kebebasan pasar, sementara sosialisme menempatkan negara sebagai aktor utama dalam pengendalian.<\/p>\n<p data-start=\"2125\" data-end=\"2359\">Di antara keduanya, ekonomi Islam hadir dengan pendekatan yang lebih seimbang. Ia tidak menafikan peran pasar, namun juga tidak menyerahkan sepenuhnya kepada negara, melainkan menghadirkan titik tengah yang berorientasi pada keadilan.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"3pdkzd\" data-start=\"2361\" data-end=\"2406\">Ekonomi Islam sebagai Sistem yang Menyatu<\/h3>\n<p data-start=\"2408\" data-end=\"2674\">Ustadz Muhamad Rifandi menegaskan bahwa ekonomi Islam bukan sekadar wacana normatif, melainkan sistem yang memiliki pijakan historis yang kuat. Pada masa Rasulullah SAW, pengelolaan Baitul Mal menjadi instrumen penting dalam menjaga keseimbangan distribusi kekayaan.<\/p>\n<p data-start=\"2676\" data-end=\"2861\">Gagasan ini kemudian diperkuat oleh pemikiran para ulama, seperti Ibnu Khaldun, yang melihat bahwa keseimbangan dalam aktivitas ekonomi merupakan fondasi bagi keberlangsungan peradaban.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"15vvkhh\" data-start=\"2863\" data-end=\"2898\">Distribusi sebagai Titik Kritis<\/h3>\n<p data-start=\"2900\" data-end=\"3009\">Persoalan ekonomi tidak selalu berangkat dari kelangkaan, melainkan dari bagaimana distribusi itu dijalankan.<\/p>\n<p data-start=\"3011\" data-end=\"3071\">\u201cBukan soal cukup atau tidak, tapi bagaimana distribusinya.\u201d<\/p>\n<p data-start=\"3073\" data-end=\"3266\">Dalam banyak kasus, kelimpahan justru berjalan beriringan dengan ketimpangan. Hal ini menunjukkan bahwa distribusi yang tidak adil mampu menciptakan jarak yang lebar antara kelompok masyarakat.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"bmhmdz\" data-start=\"3268\" data-end=\"3307\">Oligarki sebagai Cermin Ketimpangan<\/h3>\n<p data-start=\"3309\" data-end=\"3519\">Fenomena oligarki menjadi refleksi nyata bagaimana kekuatan ekonomi terpusat pada kelompok tertentu. Kekayaan yang berputar pada lingkaran terbatas menjadikan kesenjangan semakin terlihat dan sulit dijembatani.<\/p>\n<p data-start=\"3521\" data-end=\"3650\">Kondisi ini memperlihatkan bahwa tanpa distribusi yang seimbang, sistem ekonomi hanya akan memperkuat ketimpangan yang sudah ada.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"c2ult5\" data-start=\"3652\" data-end=\"3702\">Pilar Ekonomi Islam dalam Menjaga Keseimbangan<\/h3>\n<p data-start=\"3704\" data-end=\"3893\">Ekonomi Islam dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu kepemilikan, pengelolaan, dan distribusi. Kepemilikan tidak hanya bersifat individu, tetapi juga mencakup kepemilikan umum dan negara.<\/p>\n<p data-start=\"3895\" data-end=\"4169\">Melalui instrumen seperti zakat dan wakaf, distribusi tidak hanya menjadi mekanisme ekonomi, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial. Dengan demikian, kekayaan tidak berhenti pada satu titik, melainkan terus mengalir dan memberi manfaat bagi masyarakat luas. <strong>(Badrun)<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"3895\" data-end=\"4169\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-1924\" src=\"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/MWD03320-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"178\" height=\"100\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-1920\" src=\"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/MWD03337-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"178\" height=\"100\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA, Masjid Walidah Dahlan UNISA \u2013 Dunia yang hari ini tampak bergerak dengan segala kompleksitas ekonomi dan ketegangan geopolitiknya, sejatinya berdiri di atas satu persoalan yang sederhana namun krusial, yakni distribusi. Manusia kerap terpesona pada besarnya produksi dan kemajuan sistem ekonomi modern, tetapi luput menyadari bahwa ketimpangan justru lahir dari cara pendistribusian yang tidak berimbang. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1907,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[22,19],"tags":[],"hashtags":[],"class_list":["post-2016","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliah-subuh","category-ramadhan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2016","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2016"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2016\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2026,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2016\/revisions\/2026"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1907"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2016"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2016"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2016"},{"taxonomy":"hashtags","embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fhashtags&post=2016"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}