{"id":2269,"date":"2026-05-19T09:28:50","date_gmt":"2026-05-19T02:28:50","guid":{"rendered":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/?p=2269"},"modified":"2026-05-19T13:32:29","modified_gmt":"2026-05-19T06:32:29","slug":"khotbah-jumat-jangan-menunda-perbuatan-baik-prof-dr-ustadi-hamsah-s-ag-m-ag","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/?p=2269","title":{"rendered":"Khotbah Jumat: Jangan Menunda Perbuatan Baik | Prof. Dr. Ustadi Hamsah, S.Ag., M.Ag."},"content":{"rendered":"<p>[et_pb_section fb_built=&#8221;1&#8243; admin_label=&#8221;section&#8221; _builder_version=&#8221;4.27.4&#8243; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_row admin_label=&#8221;row&#8221; _builder_version=&#8221;4.16&#8243; background_size=&#8221;initial&#8221; background_position=&#8221;top_left&#8221; background_repeat=&#8221;repeat&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_column type=&#8221;4_4&#8243; _builder_version=&#8221;4.16&#8243; custom_padding=&#8221;|||&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; custom_padding__hover=&#8221;|||&#8221;][et_pb_text admin_label=&#8221;Text&#8221; _builder_version=&#8221;4.27.4&#8243; background_size=&#8221;initial&#8221; background_position=&#8221;top_left&#8221; background_repeat=&#8221;repeat&#8221; custom_padding=&#8221;||0px|||&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;]<\/p>\n<p>Yogyakarta \u2013 Salat Jumat pada 15 Mei 2026 di Masjid Walidah Dahlan menghadirkan Prof. Dr. Ustadi Hamsah, S.Ag., M.Ag. sebagai khatib. Dalam khotbahnya, beliau mengingatkan jamaah tentang pentingnya menghindari kebiasaan menunda-nunda, terutama dalam melaksanakan kebaikan.<\/p>\n<p>Khatib menyampaikan pesan dari Surah At-Taubah ayat 118 yang berkisah tentang tiga sahabat yang taubatnya ditangguhkan karena menunda memenuhi perintah Rasulullah untuk berangkat berperang. Hingga Rasulullah dan para sahabat kembali dari peperangan, ketiga sahabat tersebut belum juga berangkat. Akibatnya, mereka didiamkan oleh Rasulullah dan kaum muslimin sampai merasakan sempitnya kehidupan akibat kesalahan yang dilakukan.<\/p>\n<p><strong>Menunda sebagai Kecenderungan Manusia<\/strong><\/p>\n<p>Dalam ilmu sosial, kebiasaan menunda sering dikenal dengan istilah prokrastinasi. Bahkan di masa sekarang muncul ungkapan \u201cthe power of kepepet\u201d yang seolah membenarkan kebiasaan menunda pekerjaan hingga mendekati batas waktu. Padahal, dalam Islam, sikap tersebut bukan sesuatu yang baik. Khatib menjelaskan bahwa Al-Qur\u2019an hadir untuk mengingatkan manusia terhadap kecenderungan psikologis untuk menunda pekerjaan, terutama dalam hal kebaikan. Karena itu, Allah memerintahkan umat-Nya untuk segera mendahulukan amal saleh tanpa banyak alasan dan penundaan.<\/p>\n<p><strong>Pentingnya Menghargai Waktu<\/strong><\/p>\n<p>Banyak ayat dalam Al-Qur&#8217;an yang diawali dengan penyebutan waktu, seperti <em>wal \u2018ashr<\/em>, <em>wal fajr<\/em>, <em>wal lail<\/em>, dan <em>wad dhuha<\/em>. Hal tersebut menunjukkan pentingnya waktu dalam kehidupan manusia. Setiap pekerjaan utama perlu direncanakan dengan baik, memiliki target waktu, serta dievaluasi agar tidak berakhir pada penundaan. Kecenderungan menunda harus dikurangi dengan kembali menjadikan Al-Qur\u2019an sebagai pedoman hidup. Segala bentuk kebaikan seharusnya segera dilaksanakan tanpa melakukan pembelaan kepada sesuatu yang lain.<\/p>\n<p><strong>Saling Mengingatkan dalam Kebaikan<\/strong><\/p>\n<p>Di akhir khotbah, khatib menegaskan bahwa nasihat yang disampaikan bukan berarti dirinya telah paling baik, melainkan bentuk pengingat bagi seluruh jamaah, termasuk untuk dirinya sendiri. Sebab, Al-Qur\u2019an diturunkan untuk semua manusia agar saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.<\/p>\n<p>Melalui khotbah ini, jamaah diajak untuk meningkatkan ketakwaan dengan mulai mengurangi sifat prokrastinasi. Tidak menunda kebaikan menjadi salah satu wujud nyata ketakwaan kepada Allah SWT.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>[\/et_pb_text][et_pb_text _builder_version=&#8221;4.27.4&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;]<\/p>\n<p><span>Saksikan video lengkap melalui tautan berikut:<\/span><\/p>\n<p>[\/et_pb_text][et_pb_text _builder_version=&#8221;4.27.4&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;]<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Prof. Dr. Ustadi Hamsah, S.Ag., M.Ag. | Kutbah Jumat Unisa \" width=\"1080\" height=\"608\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/D5R44uy7B0c?feature=oembed\"  allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>[\/et_pb_text][\/et_pb_column][\/et_pb_row][\/et_pb_section]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta \u2013 Salat Jumat pada 15 Mei 2026 di Masjid Walidah Dahlan menghadirkan Prof. Dr. Ustadi Hamsah, S.Ag., M.Ag. sebagai khatib. Dalam khotbahnya, beliau mengingatkan jamaah tentang pentingnya menghindari kebiasaan menunda-nunda, terutama dalam melaksanakan kebaikan. Khatib menyampaikan pesan dari Surah At-Taubah ayat 118 yang berkisah tentang tiga sahabat yang taubatnya ditangguhkan karena menunda memenuhi perintah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2270,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"on","_et_pb_old_content":"Yogyakarta \u2013 Salat Jumat pada 15 Mei 2026 di Masjid Walidah Dahlan menghadirkan Prof. Dr. Ustadi Hamsah, S.Ag., M.Ag. sebagai khatib. Dalam khotbahnya, beliau mengingatkan jamaah tentang pentingnya menghindari kebiasaan menunda-nunda, terutama dalam melaksanakan kebaikan.\r\n\r\nKhatib menyampaikan pesan dari Surah At-Taubah ayat 118 yang berkisah tentang tiga sahabat yang taubatnya ditangguhkan karena menunda memenuhi perintah Rasulullah untuk berangkat berperang. Hingga Rasulullah dan para sahabat kembali dari peperangan, ketiga sahabat tersebut belum juga berangkat. Akibatnya, mereka didiamkan oleh Rasulullah dan kaum muslimin sampai merasakan sempitnya kehidupan akibat kesalahan yang dilakukan.\r\n\r\n<strong>Menunda sebagai Kecenderungan Manusia<\/strong>\r\n\r\nDalam ilmu sosial, kebiasaan menunda sering dikenal dengan istilah prokrastinasi. Bahkan di masa sekarang muncul ungkapan \u201cthe power of kepepet\u201d yang seolah membenarkan kebiasaan menunda pekerjaan hingga mendekati batas waktu. Padahal, dalam Islam, sikap tersebut bukan sesuatu yang baik. Khatib menjelaskan bahwa Al-Qur\u2019an hadir untuk mengingatkan manusia terhadap kecenderungan psikologis untuk menunda pekerjaan, terutama dalam hal kebaikan. Karena itu, Allah memerintahkan umat-Nya untuk segera mendahulukan amal saleh tanpa banyak alasan dan penundaan.\r\n\r\n<strong>Pentingnya Menghargai Waktu<\/strong>\r\n\r\nBanyak ayat dalam Al-Qur'an yang diawali dengan penyebutan waktu, seperti <em>wal \u2018ashr<\/em>, <em>wal fajr<\/em>, <em>wal lail<\/em>, dan <em>wad dhuha<\/em>. Hal tersebut menunjukkan pentingnya waktu dalam kehidupan manusia. Setiap pekerjaan utama perlu direncanakan dengan baik, memiliki target waktu, serta dievaluasi agar tidak berakhir pada penundaan. Kecenderungan menunda harus dikurangi dengan kembali menjadikan Al-Qur\u2019an sebagai pedoman hidup. Segala bentuk kebaikan seharusnya segera dilaksanakan tanpa melakukan pembelaan kepada sesuatu yang lain.\r\n\r\n<strong>Saling Mengingatkan dalam Kebaikan<\/strong>\r\n\r\nDi akhir khotbah, khatib menegaskan bahwa nasihat yang disampaikan bukan berarti dirinya telah paling baik, melainkan bentuk pengingat bagi seluruh jamaah, termasuk untuk dirinya sendiri. Sebab, Al-Qur\u2019an diturunkan untuk semua manusia agar saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.\r\n\r\nMelalui khotbah ini, jamaah diajak untuk meningkatkan ketakwaan dengan mulai mengurangi sifat prokrastinasi. Tidak menunda kebaikan menjadi salah satu wujud nyata ketakwaan kepada Allah SWT.","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"hashtags":[],"class_list":["post-2269","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2269","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2269"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2269\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2279,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2269\/revisions\/2279"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2270"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2269"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2269"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2269"},{"taxonomy":"hashtags","embeddable":true,"href":"https:\/\/walidahdahlan.unisayogya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fhashtags&post=2269"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}