Dalam diskusi mengenai masa depan generasi muda, M. Yasir Abdad melontarkan sebuah argumen yang menarik: Muhammadiyah bukan sekadar organisasi masyarakat dibidang keagamaan, melainkan sebuah “Metode Berpikir”. Tetapi, terdapat kekhawatiran yang nyata terhadap masjid-masjid yang didominasi manusia rambut memutih, sementara anak muda asyik dengan dunianya sendiri. Lalu, bagaimana Muhammadiyah di mata Gen-Z seharusnya?
Dialektika: Kenapa Pintar Harus Menduduki Nomor Nol?
Biasanya, kita seringkali menjumpai stigma bahwa “sholeh adalah nomor satu”. Namun, Yasir Abdad membawa perspektif yang berbeda. Ia menyampaikan bahwa Pintar adalah Nomor Nol. Mengapa demikian? Karena angka 1 tidak akan pernah menjadi 10, 100, atau 1.000 tanpa angka 0 di belakangnya. Filosofi angka 0 ini menegaskan bahwasanya kecerdasan intelektual merupakan prasyarat dasar. Sholeh tanpa diiringi kepintaran seringkali hanya menghasilkan kesalehan ritual yang individualisme. Tetapi, sholeh yang diawali dengan kepintaran (angka 0) akan melahirkan kesalehan sosial yang transformatif.
“Pendidikan adalah jalan pedang bagi kita yang tidak lahir dari rahim kekuasaan. Jika Anda bukan anak raja, bukan anak presiden, dan tokoh besar, maka ilmu pengetahuan adalah satu-satunya cara untuk mengubah takdir sosial,” tegasnya.
Pesan tersebut berakar pada QS. Ar-Ra’d: 11, “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.”
Menjadi Islam Ulil Albab: Tidak Harus Menolak Modernitas
Muhammadiyah merupakan representasi Islam Ulil Albab, yang dimana menggambarkan tipe manusia yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai mereka yang memadukan dzikir dan pikir.
- Alim tapi Modern: Kita bisa khusyuk di atas sajadah, tapi juga fasih dalam berbicara mengenai algoritma dan Artificial Intelligence, hingga melek terhadap perkembangan teknologi dan tren global saat ini.
- Aksi Nyata: Semangat untuk bermuhammadiyah dan beraisyiyah bukan hanya sekadar memakai seragam ketika pengajian, tapi bagaimana nilai-nilai Islam dapat diwujudkan dalam kemajuan teknologi dan kemanusiaan.
Generasi Muda sebagai “Early Warning System“
Generasi muda Muhammadiyah tidak boleh hanya menjadi penerus kebijakan senior. Yasir Abdad menekankan bahwa kader muda adalah pembawa diskusi terbarukan. Hal ini dibuktikan dengan adanya kebaharuan yang berkembang pesat:
- Mental Health: Saat generasi tua yang mungkin masih belum akrab dengan istilah burnout dan anxiety, generasi muda sudah hadir memberikan solusi berbasis teologi dan psikologi dalam mengatasi persoalan tersebut.
- Pusat Peradaban Global: Muhammadiyah sudah berkembang pesat hingga menjadi aktor internasional. Fokusnya bukan lagi sekadar “mengislamkan orang”, tapi membangun manusia dengan intelektualitas secara universal, walaupun berbeda keyakinan dan lintas negara.
Apakah Muhammadiyah Organisasi Anti Kritik?
Muhammadiyah akan melakukan pengelolaan tambang yang menuai kritikan tidak setuju karena pengelolaan tambang merusak lingkungan. Namun, Yasir menegaskan bahwa Muhammadiyah itu tidak anti-kritik.
“Jika Muhammadiyah mengelola tambang, ia harus menjadi antitesis dari eksploitasi ugal-ugalan. Jadikanlah itu sebagai laboratorium ekologi, di mana manfaat yang diambil dari perut bumi untuk suatu kemakmuran bangsa tetapi bumi masih tetap terjaga,” tuturnya.
Kader muda atau gen-z memiliki peran untuk mengawal agar kebijakan ini tetap berada di rel kemaslahatan, bukan sekadar menjadi urusan ekonomi semata.
Di tangan generasi muda, media sosial bukan lagi sekadar tempat untuk pamer gaya hidup. Ia merupakan mimbar digital untuk menyebarkan kebaikan atau nasehat maupun tempat edukasi. Gunakanlah media sosial untuk hal-hal yang bersifat ishlah (perbaikan). Muhammadiyah masa depan adalah Muhammadiyah yang wajahnya cerah di layar smartphone, namun tetap membumi di tengah permasalahan masyarakat yang semakin kompleks.
Muhammadiyah di pandangan generasi muda atau gen-z haruslah menjadi rumah yang segar, pintar, dan berdaya. Menjadi kader Muhammadiyah berarti menjadi pribadi yang siap belajar, siap dikritik, dan siap membawa perubahan nyata bagi dunia.