Ummu Hani Edi Nawangsih, M.Kes. alumni dosen Unisa

YOGYAKARTA, Masjid Walidah Dahlan Unisa- Di era kemajuan zaman yang serba cepat, definisi kebahagiaan sering kali mengalami restriksi makna. Banyak yang terbelenggu dalam sudut pandang bahwa definisi bahagia adalah akumulasi dari angka-angka: banyaknya saldo rekening, deret gelar akademik, hingga tingginya posisi dalam struktur sosial. Namun, dalam sebuah Kuliah Ramadhan 1447 H yang bertepatan pada 04 Maret 2026, Dra. Ummu Hani Edi Nawangsih, M.Kes. yang merupakan alumni dosen Unisa dan telah mengabdi 37 tahun membedah konsep yang bertema “Berbahagia dengan Menghidupi Agama.”

Antara Kesenangan Duniawi dan Kebahagiaan Sesungguhnya

Dra. Ummu Hani mengawali paparannya dengan sebuah fakta realitas sosiologis bahwa ragam kebahagiaan manusia memang berbeda-beda. Ada yang merasa cukup dengan terpenuhinya kebutuhan materi, ada pula yang merasa bahagia setelah menuntaskan pendidikan tinggi. Tetapi, ia menegaskan bahwa dalam perspektif Islam, kebahagiaan semacam itu sering kali hanya bersifat duniawi jika tidak dilandasi dengan iman. Kebahagiaan yang hakiki adalah bahagia yang mendapatkan ketenangan jiwa (tumaninah). Ketenangan ini tidak lahir dari ketiadaan masalah, melainkan dari kedalaman iman, ketekunan ibadah, dan keseimbangan hidup. Pada titik inilah letak urgensi “menghidupi agama”. Menghidupi agama berarti menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai kekuatan penggerak untuk meraih kebahagiaan hakiki dengan iman.

Sinergi Hablumminallah dan Hablumminannas

Salah satu poin krusial dalam Kuliah Ramadhan di Masjid Walidah Dahlan Unisa Dra. Ummu yang memiliki peran penting dalam Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) adalah keseimbangan antara hubungan kepada Allah (Hablumminallah) dan hubungan kepada sesama manusia (Hablumminannas). Ia mengingatkan bahwa kesalehan seorang Muslim tidak boleh sebatas dengan hablumminallah, tetapi harus seimbang dengan hablumminannas.

“Jika kita hidup di kampung, maka menghidupi agama berarti aktif dalam bakti sosial, kerja bakti, hingga memiliki kepedulian tinggi untuk menjenguk tetangga yang sakit,” ujar aktivis senior di Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah pada 04 Maret 2026.

Hal ini sesuai dengan hadis nabi Khoirunnas anfa’uhum linnas, yakni manusia terbaik adalah mereka yang paling banyak memberikan manfaat bagi lingkungannya. Agama hadir bukan untuk memisahkan manusia dari dunianya, melainkan untuk memberikan warna pada interaksi sosial agar bernilai ibadah.

Lima Pilar Menuju Kebahagiaan Hakiki

Dra. Ummu Hani merinci langkah strategis untuk meraih kebahagiaan tersebut melalui lima aspek utama:

  1. Dzikir yang Berkelanjutan: Mengingat Allah adalah obat bagi hati yang gelisah (QS. Ar-Ra’d).
  2. Sabar dan Ridha: Sabar saat diuji dengan kesusahan ataupun dengan kemewahan tetap rendah hati, dan ridha terhadap setiap ketetapan Allah. Ini merupakan benteng pertahanan mental agar manusia tidak mudah putus asa.
  3. Kesyukuran Tanpa Syarat: Mengutip dari QS. Ibrahim ayat 7, rasa syukur merupakan kunci bertambahnya nikmat dan obat dari penyakit serakah.
  4. Kehidupan yang Seimbang: Menyeimbangkan antara doa (spiritual) dan kerja keras mencari rezeki yang halal (material).
  5. Menuntut Ilmu: Merujuk pada QS. Al-Mujadalah, beliau menegaskan bahwa ilmu adalah kunci ketaqwaan dan sarana Allah untuk mengangkat derajat hamba-Nya.

Konsep “Mampir Ngombe” dan Doa Sapu Jagad

Di bagian penutup, Dra. Ummu Hani menyampaikan refleksi mengenai hakikat waktu. Ia mengutip pepatah Jawa yang menyebut hidup hanyalah sebatas mampir ngombe (singgah untuk minum). Akademisi pada bidang kesehatan menganalogikan bahwa satu jam di akhirat mungkin setara dengan ratusan tahun di dunia. Dengan waktu yang sangat singkat ini, tidak ada kekuasaan yang sebenarnya selain keridhaan Allah. Ia menganjurkan jamaah untuk senantiasa mengamalkan “Doa Sapu Jagad”, memohon kebaikan di dunia dan akhirat kelak. Sebab, kebahagiaan hakiki tidak hanya tentang apa yang didapatkan hari ini, melainkan tentang ketenangan saat kembali ke hadapan Allah SWT kelak. (puji).

 

Saksikan video lengkap melalui tautan berikut: