YOGYAKARTA – Masjid Walidah Dahlan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan iktikaf untuk menghidupkan sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Kegiatan ini resmi dibuka pada Senin, 9 Maret 2026 pukul 22.00 WIB, bertepatan dengan malam ke-21 Ramadhan 1447 H di lantai 2 Masjid Walidah Dahlan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Kegiatan tersebut diikuti oleh jamaah yang ingin memperbanyak ibadah serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pembukaan kegiatan iktikaf diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia Ramadhan, Askuri, yang menyampaikan pentingnya memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadhan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah. Ia menjelaskan bahwa malam-malam tersebut merupakan waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam sambutannya, Askuri menyampaikan bahwa ibadah yang dilakukan dengan penuh keimanan di bulan Ramadhan diharapkan dapat membawa dampak besar bagi kehidupan seorang Muslim. Ia juga mengajak jamaah untuk melakukan refleksi terhadap ibadah yang telah dijalani selama bulan Ramadhan.

Menurutnya, kegiatan iktikaf menjadi salah satu cara untuk memaknai kembali perjalanan ibadah selama Ramadhan. Melalui iktikaf, jamaah diajak untuk sejenak meninggalkan kesibukan dunia dan lebih fokus mendekatkan diri kepada Allah.

Askuri juga menjelaskan bahwa dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa jumlah bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan sejak penciptaan langit dan bumi. Dari dua belas bulan tersebut terdapat empat bulan yang dimuliakan atau disebut Al-Asyhurul Hurum, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Ia menambahkan bahwa kemuliaan bulan Ramadhan semakin ditegaskan setelah diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Selain itu, pada bulan ini juga terdapat malam istimewa yaitu Lailatul Qadar, malam yang memiliki keutamaan lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, salah satunya melalui iktikaf.

Penanggung jawab kegiatan iktikaf, Ustadz Zaid Adnan, menjelaskan bahwa iktikaf merupakan berdiam diri di dalam masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT. Iktikaf dapat dilakukan dalam waktu yang lama maupun sebentar selama seseorang memiliki niat untuk beribadah di dalam masjid.

Program iktikaf di Masjid Walidah Dahlan dirancang sebagai alternatif bagi jamaah yang ingin melaksanakan iktikaf namun memiliki keterbatasan waktu karena aktivitas pekerjaan. Melalui program ini, panitia berupaya menghadirkan suasana ibadah yang nyaman sehingga jamaah dapat mengikuti kegiatan iktikaf dengan lebih khusyuk.

Rangkaian kegiatan iktikaf dimulai sejak pukul 17.00 WIB dengan berbagai aktivitas ibadah hingga pelaksanaan salat tarawih. Setelah itu jamaah dapat beristirahat dan kemudian dibangunkan kembali sekitar pukul 00.00 WIB untuk melanjutkan ibadah malam seperti salat malam, tadarus Al-Qur’an, serta kajian hingga menjelang sahur sekitar pukul 03.00 WIB.

Panitia juga menyediakan berbagai fasilitas bagi jamaah yang mengikuti iktikaf. Jamaah perempuan ditempatkan di lantai tiga dengan fasilitas kasur dan bantal, sedangkan jamaah laki-laki berada di tepi lantai dua dengan fasilitas yang sama. Selain itu, panitia juga menyediakan buku panduan iktikaf serta konsumsi untuk sahur dan berbuka.

Daryono (53), peserta iktikaf asal Kendal yang kini menetap di Pundung, Sleman, mengungkapkan bahwa ia mengikuti iktikaf dengan tujuan mendapatkan ridha Allah SWT serta memperdalam pemahaman tentang ajaran Islam. Ia menilai kegiatan ini sangat baik karena dapat menambah wawasan sekaligus menjadi sarana memohon ampunan kepada Allah SWT.

Kus (54), peserta iktikaf asal Balikpapan, juga menyampaikan kesan positifnya selama mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku merasa nyaman mengikuti iktikaf di Masjid Walidah Dahlan. Menurutnya, masjid yang bersih dan megah serta suasana ibadah yang khusyuk membuat jamaah semakin semangat dalam menjalankan ibadah malam.

Melalui kegiatan iktikaf ini, jamaah diharapkan dapat memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan memperbanyak ibadah serta memperkuat kedekatan spiritual kepada Allah SWT. (Badrun)