Prof. Dr. Chairil Anwar, M.Si., Guru Besar Ilmu Kimia Universitas Gadjah Mada.

YOGYAKARTA, Masjid Walidah Dahlan Unisa- Ramadan bukan hanya sekadar momentum bulan pembersihan jiwa, melainkan madrasah ilmu atau bulan Syahrul Tarbiyah (bulan pendidikan) yang melampaui batas-batas teologis formal. Terdapat sebuah paradoks yang menarik dalam sejarah peradaban manusia, yaitu kemajuan iman sering kali berkembang secara bersamaan dengan penguasaan ilmu pengetahuan. Dalam Kuliah Ramadan di Masjid Walidah Dahlan lantai 2, pada Jum’at, 13 Maret 2026, Prof. Dr. Chairil Anwar, M.Si. sebagai penceramah membedah peradapan manusia yang berkaitan erat pada materialisme fisik dengan sejarah peradapan manusia dan gagasan-gagasan futuristik dalam Al-Qur’an.

Dari Stone Age ke Silicon Age

Ketua Senat Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dalam mengawali penjelasannya dengan permainan kata dari bahasa inggris “What is matter? Never mind. What is mind? No matter.”  Jika diterjemahkan, pernyataan ini menyebutkan bahwa materi itu tidak penting jika kita mempunyai pikiran, tapi pikiran sendiri tidak punya wujud materi. Permainan kata inilah yang menjadi kunci untuk membuka rahasia peradapan modern ketika dapat diilhami dan diolah. Chairil menyampaikan bahwa kita telah melewati berbagai peradapan manusia, mulai dari Zaman Batu (stone age) hingga Zaman Besi (Iron Age). Ia mengangkat dari masa kehidupan Nabi Muhammad SAW yang berada pada era kekuatan besi, hal ini juga diabadikan dalam Al-Qur’an.

“Besi mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa dibandingkan dengan material yang lain. Besi yang berubah menjadi baja menjadi unsur penting bangunan-bangunan pencakar langit,” tegas Dewan Pakar Majelis Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta di hadapan jamaah, 24 Ramadan 1447 Hijriah.

Chairil mengutip dari QS. Al-Hadid: 25 sebagai bukti begitu pentingnya pemahaman penguasaan logam dalam sejarah peradaban. Besi merupakan simbol kekuatan material yang intensif, keras, dan nyata. Namun, saat ini kita hidup dalam peradaban yang justru dikendalikan oleh suatu hal yang jauh lebih ringkih dari besi, yaitu Pasir. Ia menyoroti antara teknologi komputer dengan QS. Al-Ahqaf yang berarti “Bukit-Bukit Pasir”.

“Silikon merupakan unsur berasal dari pasir. Mengapa disebut dengan Silicon Age? Karena silikon atau pasir itu adalah otaknya komputer. Di dalam QS. Al-Ahqaf memberikan fokus pada bukit pasir. Oleh karena itu, penting dilaksanakannya penelitian mengenai pemhaman ini,” tegas Guru Besar Bidang Ilmu Kimia, FMIPA Universitas Gadjah Mada.

Cahaya dan Tanggung Jawab Hati Nurani

Sebagai pakar fisika, Chairil juga membedah aspek spiritualitas dalam sains. Ia mengaitkan fenomena cahaya yang merupakan konsep Fuad atau hati nurani dengan gelombang dan materi (foton) yang digambarkan dalam QS. Al-Isra: 36.

“Materi dapat didengarkan dan bisa dilihat wujudnya, tapi hati nurani itu wujud materinya. Cahaya Ilahi tidak dapat kita gambarkan seperti besi, baja, atau silikon, namun keberadaannya jelas,” tegasnya dalam Kuliah Ramadan.

Ia mengingatkan bahwa di era digital yang canggih dan serba instan, manusia tidak boleh hanya sekadar ikut-ikutan tanpa memiliki dasar ilmu pengetahuan.

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki ilmu di dalamnya. Pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban kelak,” amanah Pakar bidang Ilmu Kimia.

Era Polimer Plastik dan Problematika Manusia

Chairil menyoroti realitas saat ini yang disebut sebagai “Era Plastik”. Ia membedakan materi menjadi dua hal, yaitu material alamiah ciptaan Allah SWT dan material hasil kecakapan manusia yang diolah melalui pikiran (mind). Peradaban manusia tidak pernah bisa terlepas dari peradaban material sintetis (era plastik) yang menjadi komponen penting dalam kemajuan teknologi. Walaupun demikian, manusia tidak hanya memiliki dimensi fisik, namun juga memiliki dimensi Fuad (hati nurani) yang harus dapat mengendalikan penggunaan pemanfaatan teknologi agar tidak merusak kemajuan peradaban. (Puji).

 

Saksikan video lengkap melalui tautan berikut: