Sleman, Yogyakarta – Masjid Walidah Dahlan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menggelar kegiatan I’tikaf dan Kajian Intensif di sepuluh malam terakhir Ramadhan 1446 H. Acara ini dimulai pada Kamis, 20 Maret 2025, dengan mengusung tema “Indahnya Menggapai Lailatul Qadr”, dan berhasil menyedot antusiasme jamaah dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan masyarakat umum.
Suasana khusyuk tampak menyelimuti area masjid sejak malam pertama kegiatan. Para peserta i’tikaf tidak hanya diberikan fasilitas lengkap seperti sahur bersama, takjil, kasur dengan sprei dan bantal, hingga buku panduan i’tikaf, tetapi juga dibekali dengan kajian-kajian keislaman yang mendalam untuk memaknai malam-malam penuh kemuliaan ini.
Muhammad Zaid Adnan, selaku Imam Masjid Walidah Dahlan dan Koordinator Kegiatan I’tikaf, menjelaskan urgensi dari pelaksanaan i’tikaf di sepuluh malam terakhir Ramadhan.
“Sepuluh malam terakhir itu terdapat satu malam yang kemuliaannya lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadr. Pada malam itu kita disunahkan untuk banyak berdoa karena merupakan waktu yang sangat mustajab,” ujar Zaid Adnan.
Semangat untuk meraih keutamaan malam Lailatul Qadr juga dirasakan oleh para peserta. Salah satunya adalah Suharda, peserta i’tikaf asal Bantul.
“Berdoa, dikasih banyak umur, kesehatan, untuk orang tua, termasuk yang sudah meninggal, itu semua saya niatkan dalam i’tikaf ini,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah untuk meningkatkan spiritualitas, namun juga mempererat ukhuwah antar sesama jamaah. Suasana malam di Masjid Walidah Dahlan dipenuhi lantunan ayat suci, dzikir, dan doa yang dipanjatkan dalam harap penuh keikhlasan.
Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan pelaksanaan yang tertata rapi, kegiatan I’tikaf UNISA tahun ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai ibadah dan menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan penuh kesungguhan.